Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Teknik mengendalikan ego manusia

Gambar
Ego manusia itu seperti tanaman kaktus di gurun. Jarang disiram, tapi kalau sudah dapat air sedikit saja, langsung mekar sempurna.  Kebanyakan orang fokus pada cara menunjukkan betapa menariknya diri mereka. Padahal kunci sebenarnya terletak pada kemampuan membuat orang lain merasa istimewa. Bukan soal pujian kosong atau basa-basi murahan. In i tentang menemukan sesuatu yang benar-benar unik dari seseorang. Sesuatu yang mungkin bahkan mereka sendiri belum sadari keunggulannya. M isalnya, kalian bertemu seseorang yang suka menggambar sketsa kecil saat bosan. Kebanyakan orang akan bilang "wah bagus gambarnya" terus selesai. Coba  kalian bisa melihat lebih dalam.  "Cara kalian menggambar mata ini... ada emosi yang tersirat. Seperti ada cerita yang ingin disampaikan tanpa kata-kata."  Boom. Ego mereka langsung terangkat ke langit ketujuh. Kenapa ini ampuh? Karena kalian tidak cuma mengapresiasi hasilnya, tapi memahami proses kreatif di baliknya.  Setiap manusia puny...

Buku Unscripted by MJ DeMarco

Gambar
Inti dari buku "Unscripted" karya MJ DeMarco berpusat pada konsep melepaskan diri dari norma-norma sosial dan naskah tradisional yang menentukan bagaimana orang seharusnya menjalani hidup, terutama terkait kekayaan dan kesuksesan. DeMarco membandingkan kehidupan "naskah"—yang dicirikan oleh pekerjaan dari jam 9 pagi hingga 5 sore, utang, dan ketergantungan pada program pensiun—dengan pendekatan "tanpa naskah" yang menekankan kewirausahaan, kemandirian finansial, dan menjalani hidup dengan caranya sendiri. Kewirausahaan sebagai Kebebasan : DeMarco menganjurkan penciptaan bisnis sebagai cara untuk mencapai kebebasan finansial dan kendali atas kehidupan seseorang daripada mengikuti jalur karier konvensional. Perubahan Pola Pikir : Ia mendorong para pembaca untuk mengadopsi pola pikir yang mengutamakan tindakan, inovasi, dan ketahanan, daripada menerima harapan masyarakat secara pasif. Penciptaan Nilai : Buku ini menekankan pentingnya memberikan nilai kepada o...

Apa itu cinta by Ronald Frank

Gambar
Berpikir untuk Bermakna. Ada sebuah tulisan yang mengingatkan saya pada pengetahuan yg telah saya ketahui 10 tahun silam dan dari segala petualangan cinta yang telah berlalu membuat saya merenung tentang betapa lalainya saya atas banyak waktu dan kesempatan yang telah terbuang sia-sia, bukti bahwa saya telah lama tidak mengupgrade diri dengan segala pengetahuan dan skill baru. Tulisan ini sebagai pengingat dari pengetahuan yang pernah saya ketahui dan semoga saya selalu mengupgrade diri setiap harinya  Menurut Ronald Frank, dalam mencintai, ada 3 level cinta. Level 1: Semua tentang SAYA Level 2: Cinta bersyarat Level 3: Cinta tanpa kondisi LEVEL 1: Saat seseorang di level satu, yang dia pikirkan adalah dirinya sendiri. Dia hanya ingin apa yang ia inginkan alias manja dan kekanak-kanakan. It’s all about me. Jika seseorang berada dilevel ini, ia akan MEMAKSAKAN kehendaknya untuk merubah siapapun agar menjadi seperti yang ia mau. Contoh kalimat yang sering terlontar adalah: “Gimana ca...