Siti Rohimah History hehe
Berpikir untuk Bermakna, ini chat yg Imah tulis via WhatsApp
Hhmm sebenarnya lebih ke kamu ga menghargai Imah aja sih itu aja..
Imah tau kamu mau nerima kekurangan dan keburukan diri Imah, dan Imah jg menyadari betul kamu sayang banget sama Imah. Tp yaa terkadang gitu yg membuat Imah kadang ga bisa nerima saat setiap kritikan dari kamu adalah yg secara frontal, blak-blakan (mmg bagus sih itu to the point) tapi kamu jg harus tau siapa orang yang sedang kamu hadapi. Ia adalah seorang yg pernah merasakan kepahitan di dlm hidupnya.
Kamu jg sdh tau kn yaa latar belakang masa kecil Imah dulu, dimana Imah mendapatkan kasih saya yg utuh dari kedua orang tua Imah tp tidak dengan hak Imah.
Di usia masih SD, Imah harusnya tumbuh sebagai anak kecil tp tidak dengan kehidupan masa kanak-kanak.
Di usia SMP, seharusnya Imah bisa hidup utuh dengan orang tua Imah, tapi Imah harus di masukan ke pondok, walaupun Imah saat itu mengharapkan sekali sesama dlm pesantren Imah, Imah bisa di jenguk dengan orang tua Imah sebulan sekali tp nyatanya hal itu ga Imah dptkn sampai Imah lulus (karena hal lain). Lagi² Imah harus memendam apa yg Imah rasa (ya walaupun alhamdulillah sihh hikmah dari mondok Imah bisa tau aturan dan ajaran dlm hidup)
Di masa SMA, harusnya Imah bisa merasakan tumbuh berkembang sebagai anak remaja yg sedang puberitasnya, tp lagi² Imah harus memendam segala hal yg tidak enak dlm hidup Imah yaitu Imah tidak bisa sekolah (putus sekolah), kamu pasti tau kn rasanya seperti apa, ketika kita melihat dlm lingkungan keluarga kita, ada yg bisa ke sekolah sedang diri kita ga bisa, coba bayangin bgmn saat itu perasaan dan mental Imah saat itu?
Ya lagi² Imah harus memendam semua rasa pahit dlm hidup Imah.
Blm lagi di masa remaja menuju dewasa hahahah Imah harus menjadi tulang punggung keluarga (karena saat itu Imah berpikir orang tua Imah agar tidak susah dlm hidupnya, seperti hal yang pernah Imah alami). Tapi jujur Imah senang melakukan hal itu dlm artian Imah bisa berbakti kepada orang tua.
Berjalannya waktu, bertambahnya usia, semua itu mengajar kan diri Imah dalam hidup. Tapi tidak dengan mental Imah. Semua itu belum bisa menghapus jajak masa² dulu Imah.
Maka jngn heran klo kamu melihat diri Imah bebel, agak kolot, apalagi ga berani untuk bicara secara blak-blakan.
Namun dari semua itu, Imah mau koo terus belajar dan berproses, memaafkan dan melupakan jejak masa lalu Imah dan berdamai dengan keadaan. Mau berproses dan tumbuh berkembang.
Dan sebenarnya Imah jg tau sihh kamu itu orang baik. Hanya saja karakter kita yg berbeda. Tumbuh kembang proses diri kita juga berbeda dan mungkin jg kepribadian kita berbeda. Kamu pribadi yg suka blak-blakan dan saya yg people pleaser (ga enakan)😅, kamu tumbuh dengan ketegasan tp Imah tumbuh dengan ketakutan. Maka terlahirlah Imah seperti ini, tp Imah tegesin lagi, Imah mau belajar, tumbuh dan beradaptasi koo dengan orang lain siapapun itu.
Hari ini tepatnya mlm Jum'at. Dimana salah satu waktu yg mustajab untuk berdoa.
Ya Robbi, ijinkan hamba-Mu ini meminta dan memohon, kabulkan lah doa hamba ya Robbi..
Jika ada hamba-Mu yg telah tersakiti karena prilaku hamba, ucapan hamba, dan bahkan prasangka pikiran hamba. Hamba mohon ampun ya Allah, hamba mohon maaf lahir batin ya Allah. Namun bolehkah aku meminta...angkatlah segala luka yg telah di derita oleh hamba-Mu tersebut karena aku. Angkatlah segala derita yg telah di rasakan hamba-Mu karena aku. Angkatlah derajatnya ya Allah, sejahterakan hidupnya, sejahtera kan batinnya..Aku rela ya Robbi.
Dan aku ikhlas ya Allah jika setiap amal kebaikan yang pernah aku perbuat dimuka bumi-Mu ini, Engkau boleh alihkan untuk nya, karena yang aku tabu...bagaimana aku pantas merasakan harumnya Syurga-Mu. Bila ada yang terdzolimi karena perilaku hamba.
Permintaan dari hati yang terdalam
_28 Muharram 1447 H_
Komentar
Posting Komentar