Konsep effectuation
Teori effectuation di kemukakan oleh Prof Saras D. Sarasvathy, beliau berasal dari India. Teori ini muncul dari sebuah penelitian yang dilakukannya dari tahun 1997 - 2001 dengan melibatkan 45 wirausaha yang berhasil di bidangnya. Effectuation adalah seperangkat prinsip dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh wirausaha dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak pasti. Teori effectuation bisa digunakan oleh para wirausaha baik pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam tahap memulai dan mengembangkan bisnis untuk mengelola resiko di masa depan. Ada 5 prinsip utama dalam teori effectuation ini, sebagian berikut:
1. Prinsip Bird in hand
Prinsip ini mengungkapkan tentang apa saja yang dimiliki, seperti siapa diri saya? Ini membahas tentang apa passion saya, apa hobi nya, lulusan pendidikan apa dan dari mana, berasal dari keluarga seperti apa diri saya. Intinya pertanyaan dan segala hal yang berkaitan dengan latar diri saya dan memikirkan apa saja yang dapat saya lakukan. Apa yang bisa saya lakukan? Ini berkaitan dengan hal-hal apa saja yang pernah saya kerjakan dan berhasil. Projek dan karya apa yang telah saya ciptakan, skill apa yang saya miliki dan terakhir adalah siapa saja pihak yang saya kenal? Hal ini berkaitan dengan support lingkungan/ relasi saya yang dapat membantu saya dalam memulai dan menjalankan bisnis, hal ini juga tidak selalu melulu tentang finansial, siapa yang saya kenal ini juga bisa dari membantu dalam hal networking yang dimiliki nya, skill yang mereka miliki, branding yang telah mereka miliki.
Seperti contoh orang tua saya memiliki tanah dilokasi yang sangat strategis, lalu teman saya memiliki ide usaha yang berpotensi di lokasi tanah orang tua ku, tetapi saya ini tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai usaha, lalu saya punya keahlian presentasi dalam menggait para investor untuk menginvestasikan modal untuk mewujudkan ide bisnis teman menjadi sebuah usaha dilokasi tanah orang tua saya. Seperti itu gambaran sederhana.
2. Prinsip Affordable loss
Kemampuan seorang wirausaha dalam mengelola dan menanggung resiko segala kegiatan usahanya, baik itu resiko finansial, waktu, tenaga, fungsional usaha hingga resiko psikologis. Prinsip ini mempersiapkan saya untuk menghadapi ketidakpastian dalam usaha serta proteksi terhadap segala resiko ke depannya karena hal ini dapat membantu anda sebagai seorang wirausaha agar bisa segera mungkin bangkit dari situasi yang buruk saat terjadi kegagalan/ kerugian dalam usaha yang dijalankan.
3. Prinsip Lemonade
Jika hidup seperti lemot (lemot memiliki rasa asam, ibarat hidup yang tidak enak) maka buatlah Lamonade. Seperti lamonade minuman segar dari sari lemon, dalam prinsip ini wirausaha di tuntut untuk memiliki kreatifitas dalam mengubah situasi yang tidak menyenangkan/ tidak menguntungkan/ negatif menjadi positif/ suatu hal yang menarik/ menjadi sebuah peluang. Seorang wirausaha harus dapat memecahkan masalah yang ada dengan cara/ strategi untuk keberlanjutan usaha yang dijalankan karena ini kunci untuk keberlanjutan sebuah usaha untuk terus bertahan dan menghasilkan keuntungan.
4. Prinsip crazy quilt
Ini adalah kemampuan saya sebagai wirausaha dalam membangun jejaring/ relasi dengan pihak lain dan menggabungkan menjadi satu usaha yang bermanfaat dan menguntungkan. Seperti contoh di atas, prinsip ini adalah skill untuk mengembangkan relasi, mudah berbaur dan membangun kepercayaan pada orang lain.
5. Prinsip pilot in the plane
Ini berkaitan dengan visi saya sebagai wirausaha dalam menentukan arah usaha saya, mengontrol berbagai situasi berkaitan dengan bisnis yang saya jalankan untuk memastikan visi yang saya sudah tetapkan dapat tercapai. Sama seperti pilot yang menerbangkan pesawat yang harus mengarahkan pesawat sesuai tujuan dengan berbagai situasi di udara, seorang pilot harus mampu mengendalikan situasi di pesawat nya agar sampai tujuan.

Komentar
Posting Komentar