Kemiskinan, pemerintahan dulu yang harus ngaca
Kalo opini saya pribadi kemiskinan multidimensional ini seperti hantu yang menyeramkan dalam kehidupan nyata, yang aneh nya ini sebuah kenyataan yang masih banyak di alami oleh saudara sebangsa dan tanah air kita, Indonesia. Bangsa kita yang sudah memproklamasikan kemerdekaan nya 80 Tahun silam ini tapi banyak populasi masyarakat nya yang masih hidup dalam bayangan kemiskinan multidimensional dengan berbagai penyebabnya. Kalo diminta untuk menganalisa upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan multidimensional jawab saya adalah apa yang dilakukan pemerintah hanya sekedar formalistas birokrasi dan program-program sampah yang tidak berdampak jangka panjang untuk mengangkat hak, derajat dan martabat masyarakat miskin multidimensional ini. Program unggulan seperti bansos, misalnya menurut saya hanya memperparah ketimpangan sosial ini dan membuat masyarakat yang terjebak dalam kemiskinan multidimensional ini ketergantungan pada program bansos yang dikeluarkan pemerintah. Hanya buang-buang anggaran belanja negara saja menurut saya, apalagi bansos ini rawan sekali dipermainkan elit politik untuk kepentingan individu/ kelompok nya. Seperti masa pemilu program bansos di masifkan sembari elit politik berkampanye untuk kemenangan dirinya. Rakyat yang lapar dan tidak tau/ tidak mengerti/ memang sudah putus asa kalo dirinya hanya di manfaatkan suaranya untuk mencoblos Paslon/ Caleg tertentu. Hal ini lumrah dan efeknya parah kan, itu gambaran sederhana aja.
Kalo menurut saya seharusnya yang dibenarkan itu mental dan pola pikir pemerintahan dulu dah, justru saya rasa mental kemiskinan ini terlalu banyak dalam pemerintah, terus bagaimana mau membantu memperbaiki masyarakat? Perbaiki budaya dan kualitas kerja nya, bikin birokrasi menjadi terpercaya, transparan, berkualitas sebab di isi oleh manusia yang berkualitas juga sistem nya. Bahwa menjadi dan berada dalam sistem pemerintah itu adalah pelayanan masyarakat, mengurus negara, abdi negara bukan malah sebaliknya menjadi pemerintah berarti raja. Itu yang ada sekarang karena banyak oknum pemerintah seperti raja yang mau dilayani atau saya mau bilang mereka orang tolol yang tidak tau malu, beban negara.
Soal analisis program apa yang seharusnya di buat pemerintah itu sudah banyaklah para pakar memberikan solusi nya. Tetapi solusi yang ada tidak menguntungkan untuk para pejabat ya mereka tidak jadikan itu menjadi suatu kebijakan jadinya. Intinya perbaiki dulu pemerintahan ! Belajar berpikir, jujur dan selalu ingat neraka mungkin itu kalimat singkat buat pemerintahan

Komentar
Posting Komentar