Kenapa orang selingkuh?


Sumber  : https://id.quora.com/profile/D%C3%A8van-Alhoni

 Selingkuh bisa terjadi karena manusia memang dirancang seperti itu yang selalu tertarik pada stimulus baru.

Ini biologi.

Otak manusia melepaskan dopamin ketika bertemu stimulus baru. Wajah baru. Percakapan baru. Sentuhan baru.

Pasangan yang sudah bertahun-tahun bersama? Dopamin itu turun drastis. Rutinitas mengalahkan gairah.

Lalu datang seseorang. Senyumnya berbeda. Caranya bicara segar. Dan otak kembali merasakan lonjakan kimia yang sama seperti dulu pertama kali jatuh cinta.

Ini yang jarang dibicarakan.

Monogami bukan naluri dasar manusia. Monogami adalah konstruksi sosial yang dibangun untuk stabilitas masyarakat.

Lihat sejarah. Hampir semua peradaban besar mempraktikkan poligami atau memiliki selir. Raja-raja punya istri banyak. Bangsawan punya simpanan

Baru setelah agama dan negara modern mengatur pernikahan, monogami jadi standar moral.

Tapi naluri tidak berubah semudah itu.

Penelitian menunjukkan sekitar 20-25% pria menikah dan 10-15% wanita menikah mengaku pernah selingkuh. Angka yang sangat besar untuk sesuatu yang katanya tabu.

Dan ini hanya yang mengaku.

Angka sebenarnya? Kemungkinan lebih tinggi.

Yang menarik adalah alasan mereka selingkuh hampir tidak pernah tentang pasangan yang buruk.

Banyak pelaku selingkuh mengaku pasangannya baik. Cantik atau ganteng. Perhatian. Tapi tetap saja ada yang kurang.

Kurangnya bukan dari pasangan. Kurangnya dari kebutuhan variasi yang tidak terpenuhi.

Misalnya seperti ini…

Soto ayam enak. Sangat enak. Tapi kalau makan soto ayam setiap hari selama sepuluh tahun? Pasti ada saatnya ingin nasi goreng. Atau mie ayam. Atau apapun yang bukan soto ayam.

Bukan berarti soto ayamnya jadi tidak enak. Hanya saja lidah butuh rasa yang berbeda.

Perselingkuhan juga begitu.

Pasangan lama memberikan kenyamanan. Keamanan. Stabilitas.

Tapi orang ketiga memberikan excitement. Mystery. Adrenalin.

Dua hal yang berbeda. Dua kebutuhan yang berbeda.

Dan manusia sering kali tidak bisa memilih satu saja.

Lalu muncul pertanyaan: apakah semua orang pasti selingkuh?

Tidak.

Tapi apakah semua orang pasti tertarik pada orang lain meski sudah punya pasangan?

Ya. Hampir semua.

Ini perbedaan yang krusial.

Ketertarikan adalah respons otomatis. Selingkuh adalah pilihan sadar.

Seseorang bisa saja tertarik pada rekan kerjanya yang cerdas dan menarik. Tapi dia memilih untuk tidak melakukan apapun dengan ketertarikan itu.

Kontrol diri. Komitmen. Rasa tanggung jawab. Ini yang memisahkan ketertarikan dengan tindakan.

Maka sebenarnya tidak ada pasangan yang benar-benar setia dalam pikiran.

Yang ada adalah pasangan yang memilih untuk tetap setia dalam tindakan.

Dan itu sudah cukup.

Karena sejujurnya tidak ada satu pun manusia yang bisa mengklaim tidak pernah sepenuh hati melirik orang lain. Bahkan sekilas. Bahkan dalam diam.

Yang membedakan hanya seberapa jauh mereka membiarkan lirikkan itu berkembang.

Jadi selingkuh bukan anomali. Selingkuh adalah salah satu kemungkinan yang selalu ada dalam setiap hubungan manusia.

Dunia tidak hitam putih. Cinta tidak sesederhana setia atau selingkuh.

Ada banyak abu-abu di antaranya. Dan di situlah sebagian besar manusia hidup.


Komentar